Archive for June, 2010


The man on the right place…

Itu kira2 yg ada dalam imajinasi saya kalau seseorang bisa menempatkan diri pada situasi dimana keadaan membutuhkan dia dan dia sigap bisa menyelesaikan masalah sesuai harapan semua pihak.
Banyak kita yg terbelenggu dengan prosedur yg berbelit-belit,yg sebenarnya bisa diselesaikan dengan mencari simpul permasalahan yg jadi penyebab suatu masalah tidak terselesaikan.
System dirancang sebenarnya untuk memudahkan dan memperjelas semua prosedur kerja.Bukan untuk menghambat pekerjaan atau menghambat penyelesaian suatu masalah. Ini terutama banyak kita jumpai diperusahaan-perusahaan yg sdh cukup mapan.
Tapi tak bisa dipungkiri sebaik apapun system berhasil dan tidaknya suatu system tak lepas dari kesadaran para managernya untuk melaksanakannya dengan benar. Tanpa menjujung tinggi kesadaran melaksanakan system dengan benar…maka yg ada dilapangan hanya tampak egoisme pribadi masing2 personilnya yg tak mampu menahan diri untuk saling menunjukkan kekuatan taring nya sebagai pengambil keputusan.
Dalam suatu structure management yg begitu complex hanya top management yg piawai saja bisa menyadari keadaan yg terjadi dilapangan……tidak berjalannya system dengan benar dan perseteruan antara manager yg dibiarkan berlarut-larut akan menghambat produktifitas dan effesiensi pabrik/perusahaan.
Keberhasilan seorang top management akan terlihat dari komentar para pekerjanya, mulai dari level bawah sampai menengah. Karena yg merasakan situasi dan iklim kerja secara keseluruhan adalah para pelaksana lapangan.
Minute meeting atau sejenisnya hanya ajang kumpul2 saja kalau tidak bisa menyelesaikan masalah dilapangan. Coba dengar suara akar rumput dilapangan…apa isue yg paling besar di perusahaan? itulah yg harus diselesaikan.
Top management ibarat pelumas yg bisa memperlancar putaran roda2(para staf dan pekerja) yg saling terhubung dan harus berputar syncron sesuai keinginan policy perusahaan.
Tak perduli siapapun anda dan lulusan apapun…keberhasilan kepemimpinan bisa dilihat dari kepuasan semua pelaksana kerja dan owner juga tentunya.
Sebagai sosok yg bertanggung jawab dipekerjaan…….selayaknya kita semua bertanya pada diri sendiri….apakah posisi dan tanggung jawab kita sudah kita lakukan dengan benar?

Advertisements


Skill atau keahlian dalam dunia industry sangatlah penting, dari situ orang akan bisa diklasifikasikan sebagai tenaga level menengah atau mahir (yg bener2 ahli dalam bidangnya). Atau hanya beginer yg tidak mengerti apa2 tentang kerjaan yg dihadapinya?
Para lulusan perguruan tinggi pun memerlukan waktu untuk beradaptasi didunia Industry.Dan seperti bidang pekerjaan lainnya kemampuan setiap orang buat menguasai suatu bidang tidak lepas dari kepandaian orang tersebut.
Keahlian harus dicari dan dikejar…..sampai keujung duniapun kalau perlu. Ini tidak mustahil, asal ada keinginan untuk maju. Kalau anda beruntung peluang ke negara manca bukannya tidak mungkin. Semua hanya masalah keberuntungan saja…Dan namanya keberuntungan ya hanya Allah yg tahu. Yg penting kita harus berusaha.
Pada tahun pertama seseorang terjun didunia industry…diperlukan kesabaran dan rasa ingin tahu yg cukup kuat.Seperti halnya ketika sekolah, diperlukan kemauan belajar yg tinggi, tekun dan telaten agar bisa menguasai bidang yg dihadapi dengan cukup cepat.
Pada tahun2 berikutnya peluang yg diberikan para senior adalah pintu anda untuk menjadi orang yg benar menguasai bidang anda tersebut.
Selanjutnya anda sudah memiliki nilai tawar yg cukup untuk kompetisi dibidang anda….secara automatis ini akan berpengaruh pada peluang kerja dimasa depan .