Archive for February, 2009


Tandem 2

Tandem 2Siapa sangka saya dapat foto seperti ini lagi. Forklift tandem..kadang memang tidak bisa terhindarkan kalau kerjaan memang membutuhkan akrobat forklift.

Kalau saja saya gak hobby bawa kamera..tak akan dapat moment langka ini………

Advertisements

PP Printed cup di Indonesia

hasil-omsoa3Beberapa tahun terakhir ini persaingan PP Cup di  AMDK begitu ketat, mulai dari perusahaan besar yg menggunakan mesin Europah sampai perusahaan kecil yg mencoba bersaing dengan mesin2 buatan Asia. Dan hasilnya..suatu saat harga cup jatuh diharga terendah karena semua perusahaan cup saling banting harga, belum lagi  banyak yg kelimpungan ketika harga material dunia naik karena effek dari kenaikan minyak dunia.

Tapi kali ini tipisnya margin di PP Cup untuk AMDK  bisa dicarikan way out…jalan keluarnya adalah cup didesain menjadi printed cup.Ini sejalan  dengan berkembangnya air minum yg diberi rasa bermacam-macam, mulai rasa jeruk,rasa apple dll. Bukan itu saja kemasan PP Cup tidak tampil apa adanya…kini menjadi lebih menarik dan kadang meriah dengan adanya desain printing yg begitu bervariasi.

Hanya beberapa perusahaan yg berani menerjunkan diri didunia printed cup…..ini dikarenakan karena investasi tambahan yg harus mereka lakukan,yaitu penambahan mesin printing offset . Selain itu kemungkinan ada yg tidak yakin mereka bisa masuk ke pasar tersebut yg relatif baru dan memerlukan pengelaman tambahan dibidang desain grafis. dan mereka juga harus mencari tenaga operator mesin printing yg siap terjun dimedan persaingan kwalitas produk printed cup.

Tapi terlepas dari kendala itu semua keberanian management untuk terjun di dunia printed cup tak dimiliki banyak perusahaan walau margin printed cup lebih menjanjikan dari cup biasa (transparan).

Perlu juga diketahui….hanya beberapa merk/brand printing offset yg saat ini bersaing dipasaran PP cup. semua brand europa…..untuk brand asia penulis tidak begitu tahu…….maklum kuper (kurang pergaulan)…

Investasi milyaran,manajemen murahan

Kasar banget judul nya ya? secara tidak disadari oleh investor banyak yg melakukan hal seperti itu. Para owner yg berduit banyak dalam berinvestasi hanya melihat hasil akhir dari investasinya, artinya yg penting output/omset tiap bulan tercapai..pernik-pernik pengaturan dilapangan diserahkan oleh staff lapangan yg dianggap pengalaman atau mampu.

Kalau ada effesiensi produksi drop…tinggal teriak saja “kenapa ini bisa terjadi ?” panggil agen untuk evaluasi dan cari solusi !…para manager pun tidak mau pusing..banyak yg harus mereka urusi tidak hanya satu mesin tapi satu atau beberapa pabrik…(tapi ada juga yg hanya berteriak di telephone…tanpa mau beranjak dari tempat duduk untuk mengevaluasi apa kekurangan yg ada dilapangan). Tenaga maintenance dan produksi dibatasi untuk menghindari cost ..yg penting output mesin tetap tinggi.

Effesiensi hanya dilihat dari laporan diatas kertas, pada hal banyak yg harus dilakukan agar effesiensi berjalan disemua lini. Coba evaluasi : Apakah maintenance berjalan dengan baik dan dilakukan secara periodik? Apakah jajaran produksi dan maintenance cukup memiliki skill dan cukup staff pelaksana nya untuk menjalankan  operasional dilapangan ? Pada umumnya plan yg baik bisa dilihat dari kondisi dilapangan sekitar mesin. Apakah semua berjalan cukup baik dan sempurna? bisa kita lihat dari kebersihan mesin, penataan waste material dan hasil produksi…juga adanya bagian kebersihan dan staff maintenance yg bekerja secara effektif.

Pabrik dengan kondisi berantakan biasanya banyak kita temui di home industri, tapi semua itu juga tergantung siapa yg memanage dipabrik tersebut. Kalau manager cara hidupnya bersih dan rapi saya yakin dia tidak akan betah melihat kondisi pabrik berantakan. Coba saja lihat negara yg sudah maju industrinya…dimana kebersihan sudah mendarah daging, sekecil apapun pabrik mereka akan tetap tertata rapi dan bersih. Dan saya yakin ini berefek pada perawatan mesin yg pasti lebih baik,sehingga kondisi mesin akan terjaga. Automatis effesiensi mesin dan produksi akan selalu tinggi.

Employ atau tenaga skill dituntut tidak hanya pinter  dalam mengatasi masalah pabrik dan mesin, mental juga harus baik agar punya selera yg bagus dalam memanage pabrik/menata pabrik. Kalau kita punya selera kebersihan dan kerapian…tidak sulit membedakan mana pabrik yg bagus dan mana pabrik jorok. 

Semoga ini bisa menjadi  sentilan, semua berawal dari kebersihan dan kerapian untuk mencapai effesiensi yg bagus..menurunkan cost spare part, mengurangi down time mesin yg tinggi.