Dalam aktifitas produksi mana ada yg setuju produktifitas diganggu oleh apapun…termasuk preventive maintenance. ini bisa dimaklumi bagaimanapun profit harus digenjot semaksimal mungkin agar BEP bisa dicapai secepatnya.Saya yakin jajaran finance sebagai penanggung jawab keuangan akan meng amini. Tahun-tahun awal “mesin baru” yg sedang  produksi sangat diharamkan mengalami gangguan  atau berhenti karena kerusakan. Sehingga semua pihak yg terlibat diproses produksi harus terjaga 24jam dan ini bukan tugas staf produksi saja, pihak agent mesin pun tak akan lepas dari tanggung jawab ini, support full 100% harus bisa menjamin mesin produksi nonstop….ini bukan hal aneh kalau kita hidup dilingkungan industri.  

Untuk mesin-mesin produksi yg berkwalitas bagus dan berharga mahal biasanya produktifitas akan sebanding dengan harga. Bagaimana dengan mesin yg diproduksi dengan tehnologi seadanya dengan kwalitas metalurgi yg masih terbelakang? Ya….para user harus siap minum obat pusing setiap hari. Bagi pemilik modal biasanya harga yg lebih miring lebih menarik dibanding technical specification  mesin tersebut. Bisa dimaklumi karena pemilik modal tak harus menguasai tehnik…para staflah yg harus memberi masukan sebanyak-banyaknya tentang keunggulan tehnis.

Kembali kesoal judul diatas, kita boleh terlena ketika mesin masih baru dan memberikan hasil produksi yg selalu mencapai target..biaya maintenance yg diperlukan hanya bersifat consumable, yaitu grease,oil dan parts yg masih cukup murah.Tapi kita harus mulai waspada ketika menginjak tahun ketiga, keempat dan seterusnya. Karena disinilah parts yg sifatnya mekanik akan mulai nampak keausannya.

Kalau kita tak menyadari soal seperti ini dan terlambat mengantisipasi, maka siap-siaplah mengahadapi down time yg cukup lama dan biaya spare parts yg harusnya rendah (kalau preventive maintenance dijalankan) akan menjadi mahal karena parts mekanik satu yg rusak kalau dibiarkan  biasanya akan berdampak juga terhadap parts yg lain.

Belum lagi kalau spare parts yg diperlukan harus indent (tidak semua parts bisa distock para agent).

Hal lain yg bisa menjadi nightmare buat staf produksi dan tehnik adalah kalau managemen maintenance dijalankan seadanya, tak ada schedule, tak ada tehnisi ahli  dan tak ada keperdulian terhadap perawatan mesin