Itu kira2 yg ada dalam imajinasi saya kalau seseorang bisa menempatkan diri pada situasi dimana keadaan membutuhkan dia dan dia sigap bisa menyelesaikan masalah sesuai harapan semua pihak.
Banyak kita yg terbelenggu dengan prosedur yg berbelit-belit,yg sebenarnya bisa diselesaikan dengan mencari simpul permasalahan yg jadi penyebab suatu masalah tidak terselesaikan.
System dirancang sebenarnya untuk memudahkan dan memperjelas semua prosedur kerja.Bukan untuk menghambat pekerjaan atau menghambat penyelesaian suatu masalah. Ini terutama banyak kita jumpai diperusahaan-perusahaan yg sdh cukup mapan.
Tapi tak bisa dipungkiri sebaik apapun system berhasil dan tidaknya suatu system tak lepas dari kesadaran para managernya untuk melaksanakannya dengan benar. Tanpa menjujung tinggi kesadaran melaksanakan system dengan benar…maka yg ada dilapangan hanya tampak egoisme pribadi masing2 personilnya yg tak mampu menahan diri untuk saling menunjukkan kekuatan taring nya sebagai pengambil keputusan.
Dalam suatu structure management yg begitu complex hanya top management yg piawai saja bisa menyadari keadaan yg terjadi dilapangan……tidak berjalannya system dengan benar dan perseteruan antara manager yg dibiarkan berlarut-larut akan menghambat produktifitas dan effesiensi pabrik/perusahaan.
Keberhasilan seorang top management akan terlihat dari komentar para pekerjanya, mulai dari level bawah sampai menengah. Karena yg merasakan situasi dan iklim kerja secara keseluruhan adalah para pelaksana lapangan.
Minute meeting atau sejenisnya hanya ajang kumpul2 saja kalau tidak bisa menyelesaikan masalah dilapangan. Coba dengar suara akar rumput dilapangan…apa isue yg paling besar di perusahaan? itulah yg harus diselesaikan.
Top management ibarat pelumas yg bisa memperlancar putaran roda2(para staf dan pekerja) yg saling terhubung dan harus berputar syncron sesuai keinginan policy perusahaan.
Tak perduli siapapun anda dan lulusan apapun…keberhasilan kepemimpinan bisa dilihat dari kepuasan semua pelaksana kerja dan owner juga tentunya.
Sebagai sosok yg bertanggung jawab dipekerjaan…….selayaknya kita semua bertanya pada diri sendiri….apakah posisi dan tanggung jawab kita sudah kita lakukan dengan benar?

Salam kenal pak, seneng berada di blog bapak. BTW apa bapak kenal dengan Lily Effendi ex Asaba…? beliau kenal bapak.
Thanks
Salam kenal balik mbak Retno Pujiningsih,
Senang sekali anda bisa menikmati buah pikiran saya yg tidak seberapa ini. Semoga sharing anda disini membangkitkan inspirasi bagi saya untuk membikin artikel yg lebih baik lagi. Sayangnya hanya artikel yg berlatar belakang pengalaman kerja saya saja.
Saya sudah balas email ibu tentang pak Lilik, sampaikan salam saya pada beliau.
Terima kasih atas kunjungannya.
Kalau mau sharing dengan banyak teman lagi silahkan kunjungi : Thermoforming Community on Facebook atau Facebook saya :Jazir Mukazawa on Facebook