About this blog

Posted in Industry with tags on November 22, 2008 by jasir

Belum pernah satu blog pun didunia maya ini yg saya jumpai  membahas teman2 para pelaku lapangan di Industry Plastic Packaging. Mungkin ada dan saya tidak  tahu….tapi terlepas dari ada atau tidaknya blog tsb semoga blog ini bisa menambah khasanah informasi tentang dunia Plastik dan seluk beluk yg mewarnai kehidupan para pelakunya.

Saya mengawali tulisan ini dari dunia Thermoforming dan pernak perniknya…juga ada teman-teman dari Ex Stemba Surabaya (Mas Joko Handoyo) yg cukup berhasil menghimpun para teman2 di Cikupa dan sampai saat ini masih aktif kontak dengan kampus Stemba ( kini SMKN 5 Surabaya) sehingga menjadi jembatan dunia Industry dengan dunia Pendidikan yg cukup sukses.

Semoga langkah ini bisa diikuti teman2 Ex Stemba yg sukses lainnya… 

Salam,

Ini mungkin yg dialami seorang manager..

Posted in Industry on April 19, 2009 by jasir

Complicated….itulah kadang yg dijumpai dilapangan. Irama kerja yg tidak sinkron dan emosi yg tidak bisa dikendalikan akan membuat seseorang jadi stress berkepanjangan. 

Kalau kita diposisi decision maker…..maka tugas pertama seharusnya membuat suasana kerja nyaman dan harmonis satu sama lain. Tapi kalau kita pada posisi yg naggung maka ketidak jelasan suatu kebijaksanaan akan membuat benturan2 sesama level atau dengan level diatas kita.

Kadang sebuah manajemen membuat suatu diskriminasi antara level lapangan dan level staf kantoran….artinya ada pengelompokan antara staf yg hanya kerjanya diatas meja tok…dan staf yg banting tulang dilapangan menuntaskan segala permasalahan berat di mesin/produksi. 

Akhirnya….manajemen seperti ini akan memunculkan perasaan diskriminasi dan akan membuat gap yg seharus nya tidak boleh ada dalam suatu perusahaan. Makanya seorang manager yg baik seharusnya bisa menyatukan staf administratif dan staf produksi/lapangan…juga berfikir bijak dalam mengambil keputusan..menjaga hati para stafnya, bertindak layaknya orang tua yg adil pada semua stafnya.

Manager yg tidak mau tahu itu semua paling cocok untuk memegang perusahaan yg full robot. Tidak perlu memikirkan like atau dislike…

The wisdom manager akan membawa perusahaan yg dipimpinnya layak nya kelompok orchestra yg membawakan music yg penuh harmony….tidak ada nada sumbang…atau nada falsh yg dikeluarkan oleh para staf ya….karena rule yg dipakai adalah jelas.

Para manager sebagai kumpulan pribadi yg masing2 punya ambisi selayaknya juga tidak boleh egois…kalau ingin harmony yg bagus maka kekompakan tenggang rasa perlu dijunjung tinggi. Menciptakan suasana like and dislike antara staf akan memperburuk performa perusahaan.

Contohlah perusahaan2 negara maju seperti Jepang. Yg bisa menciptakan motto kerja yg senada…..punya system management seperti Kaizen yg terkenal itu. Tidak ada exploitasi manusia atas manusia sebagai karyawan (ini hanya dimiliki oleh sistem feodal/penjajah)…malah menciptakan system kerja yg baik, harmonis dan nyaman bagi staf dilapangan…coffe break 2 kali dalam sehari masih merupakan mimpi bagi karyawan di Indonesia….tapi tidak bagi mereka yg kerja di perusahaan Jepang.

Kalau para manager sebagai orang yg dianggap “pintar”…seharusnya bukan effesiensi saja yg menjadi target….kesejahteraan dan kekompakan team kerja yg harus juga dibina.( Dari pengalaman saya…pernah juga saya jumpai manager2 bagus yg sangat perduli dengan segala hal…memperlakukan semua staf secara layak dan baik)

Manager bijaksana kah anda?

Posted in Industry with tags on March 7, 2009 by jasir

Who care? itu mungkin bagi yg sinis dengan pertanyaan diatas. Tapi bagaimanapun juga kita yg mengaku sebagai Manager tak akan bisa sukses tanpa orang lain….tanpa staf yg loyal terhadap anda. Tanpa dukungan dan keringat mereka kita bukan apa2…kita hanya seonggok daging hidup dengan seabrek mimpi. Justru staf anda yg bisa membantu terciptanya mimpi anda sebagai manager…mereka yg membela-belain hidup dikontrakan yg kadang pengap,makan seadanya dan ngirit. 

Tapi pernakah kita memikirkan membuat hidup staf yg susah tersebut hidup layak? Atau biarkan saja itu sudah nasib mereka sebagai orang bawah…yg tidak pernah makan tempat kuliah?

Sebenarnya masih ada juga para manager yg berbudi luhur,mensyukuri kesuksesan dengan berbagai. Membuat kebijaksanaan perusahaan berbasis perduli terhadap semua staf. Bagaimana pun semua adalah team work,layak menikmati keuntungan secara proporsional. Kalau anda sukses,bermobil bagus,,,itu bukan semata kehebatan anda…yg diatas (TUHAN) harus juga diingat. Sekali lagi anda hanya seonggok daging hidup tanpa staf2 yg loyal dan ridho TUHAN. Camkanlah…

Tiga sekawan dibalik mesin 45 cav

Posted in Friends with tags on March 7, 2009 by jasir

team-ms Saat ini boleh dibilang mereka cukup mampu mengemban tugas mengoperasikan mesin thermoforming inline  yg beroutput hampir dua juta cup PP perhari. 

Walau level mereka baru shift leader , tetapi dengan kompaknya mereka bisa menjaga kelancaran produksi dan melakukan maintenance  secara periodik termasuk trouble shooting dari mesin Utility (Chiller dan Air Compressor), Extrusion sheet dengan screw berdiameter 130mm sampai Thermoforming machine bertehnologi Germany. 

Dibantu dengan beberapa staf yg lain dalam proses produksi perusahaan tidak memerlukan struktur management yg rumit dan ramai. Boleh dibilang motor penggerak untuk kelancaran proses produksi ada dikekompakan mereka, 

Bagaimanapun harus ada level manager diatas mereka bertiga untuk menjembatani antara kepentingan dilapangan dan para share holder. kalau tidak sesolid apapun mereka akan terasa pincang.

Satu hal….jam terbang sangat diperlukan untuk mengasah kemampuan yg sudah mereka miliki. Adanya seorang senior yg berpengalaman akan sangat melengkapi team ini.

Manajemen asal jalan….

Posted in Industry on March 6, 2009 by jasir

Itulah kesan saya mengamati beberapa perusahaan Indonesia yg dahulu begitu mengesankan, tetapi ternyata sekarang sebagian perusahaan2 itu hanya tinggal nama besar saja sedang kan didalamnya sudah terjadi perubahan struktur manajemen yg benar-benar signifikan….artinya manajer pemegang tampuk pimpinan dahulu sudah berganti dengan manajer-manajer muda yg kurang begitu berpengalaman dan mereka menaiki jenjang pimpinan karena faktor hoki dan nasib baik.
Para manajer pendahulu memulai reputasi mereka benar2 dari masa susah…dimana karena tuntutan persaingan pasar para pendahulu mempelajari proses produksi dari hulu sampai hilir,sehingga mereka benar-benar tahu cara menganalisa dan solve problem dilapangan. dan para manajer pendahulu tahu benar cara memotivasi bawahan yg ada dilapangan sehingga mereka memiliki skill yg bisa diandalkan. Para manajer tempo dulu mempunyai keahlian lapangan yg mumpuni, mempunyai kemampuan membuat konsep untuk memenej semua sumber daya yg ada. Mulai dari manusia, bahan baku dan semua sumber dan bisa meningkatkan effesiensi melalui evaluasi yg terus menerus…sampai akhirnya ada pentargetan “zero defect” untuk semua proses yg dilakukan selama produksi.
Perkembangan terakhir yg nampak sudah bergeser…para manajer muda hanya meneruskan konsep yg ada diatas kertas, mereka tak perduli dengan kesulitan yg ada dilapangan, mereka enggan turun kelapangan mencari tahu menurunnya effesiensi. Yg jelas mereka tak cukup memiliki skill untuk mengevaluasi kendala tehnis dilapangan. Meeting bulanan atau mingguan tetap jalan secara rutin, tetapi mereka tak menemukan akar permasalahan. karena manajerial skill sebenarnya bisa mereka peroleh apabila mereka secara terus menerus beradaptasi dengan lapangan…dengan mesin dan dengan para pelaksana lapangan.
Akibat dari kegagalan para manajer muda memahami kondisi lapangan , akhirnya bisa kita lihat para tenaga lapangan menghandle mesin produksi secara autodidak….tanpa basic yg benar dalam mengoperasikan mesin. Tanpa pembimbing ahli dalam bidang mesin yg dioperasikan dan para operator mesin menjalankan tugas mereka dengan improvisasi seadanya…ujung2nya maka effesiensi mesin akan drop dan para share holder terbelalak ketika margin perusahaan menurun drastis.
Satu hal yg tidak dipahami para manajer muda yaitu bagaimana memenej suatu perusahaan secara benar dan total, mereka hanya melihat suatu proses produksi dari “tugas individu” dan “target per divisi”…mereka tak pernah memperlakukan mesin secara benar. Yg ada dipikiran mereka hanya “target pengiriman” dan “target output”.
Mungkin istilah preventif maintenance dibuang jauh2 dari kosa kata mereka. Skill operator dipikir sambil lalu. Mereka mungkin berfikir masing2 digaji untuk tugas masing2….fungsi supervisi mungkin hanya dipahami secara dangkal.
Konsep “Kaizen” yg dimiliki Jepang mungkin tak pernah terpikir untuk diadopsi untuk mengatasi masalah besar yg sedang dihadapi sekarang…

Tandem 2

Posted in Industry on February 13, 2009 by jasir

Tandem 2Siapa sangka saya dapat foto seperti ini lagi. Forklift tandem..kadang memang tidak bisa terhindarkan kalau kerjaan memang membutuhkan akrobat forklift.

Kalau saja saya gak hobby bawa kamera..tak akan dapat moment langka ini………

PP Printed cup di Indonesia

Posted in Industry with tags on February 12, 2009 by jasir

hasil-omsoa3Beberapa tahun terakhir ini persaingan PP Cup di  AMDK begitu ketat, mulai dari perusahaan besar yg menggunakan mesin Europah sampai perusahaan kecil yg mencoba bersaing dengan mesin2 buatan Asia. Dan hasilnya..suatu saat harga cup jatuh diharga terendah karena semua perusahaan cup saling banting harga, belum lagi  banyak yg kelimpungan ketika harga material dunia naik karena effek dari kenaikan minyak dunia.

Tapi kali ini tipisnya margin di PP Cup untuk AMDK  bisa dicarikan way out…jalan keluarnya adalah cup didesain menjadi printed cup.Ini sejalan  dengan berkembangnya air minum yg diberi rasa bermacam-macam, mulai rasa jeruk,rasa apple dll. Bukan itu saja kemasan PP Cup tidak tampil apa adanya…kini menjadi lebih menarik dan kadang meriah dengan adanya desain printing yg begitu bervariasi.

Hanya beberapa perusahaan yg berani menerjunkan diri didunia printed cup…..ini dikarenakan karena investasi tambahan yg harus mereka lakukan,yaitu penambahan mesin printing offset . Selain itu kemungkinan ada yg tidak yakin mereka bisa masuk ke pasar tersebut yg relatif baru dan memerlukan pengelaman tambahan dibidang desain grafis. dan mereka juga harus mencari tenaga operator mesin printing yg siap terjun dimedan persaingan kwalitas produk printed cup.

Tapi terlepas dari kendala itu semua keberanian management untuk terjun di dunia printed cup tak dimiliki banyak perusahaan walau margin printed cup lebih menjanjikan dari cup biasa (transparan).

Perlu juga diketahui….hanya beberapa merk/brand printing offset yg saat ini bersaing dipasaran PP cup. semua brand europa…..untuk brand asia penulis tidak begitu tahu…….maklum kuper (kurang pergaulan)…

Investasi milyaran,manajemen murahan

Posted in Industry with tags on February 8, 2009 by jasir

Kasar banget judul nya ya? secara tidak disadari oleh investor banyak yg melakukan hal seperti itu. Para owner yg berduit banyak dalam berinvestasi hanya melihat hasil akhir dari investasinya, artinya yg penting output/omset tiap bulan tercapai..pernik-pernik pengaturan dilapangan diserahkan oleh staff lapangan yg dianggap pengalaman atau mampu.

Kalau ada effesiensi produksi drop…tinggal teriak saja “kenapa ini bisa terjadi ?” panggil agen untuk evaluasi dan cari solusi !…para manager pun tidak mau pusing..banyak yg harus mereka urusi tidak hanya satu mesin tapi satu atau beberapa pabrik…(tapi ada juga yg hanya berteriak di telephone…tanpa mau beranjak dari tempat duduk untuk mengevaluasi apa kekurangan yg ada dilapangan). Tenaga maintenance dan produksi dibatasi untuk menghindari cost ..yg penting output mesin tetap tinggi.

Effesiensi hanya dilihat dari laporan diatas kertas, pada hal banyak yg harus dilakukan agar effesiensi berjalan disemua lini. Coba evaluasi : Apakah maintenance berjalan dengan baik dan dilakukan secara periodik? Apakah jajaran produksi dan maintenance cukup memiliki skill dan cukup staff pelaksana nya untuk menjalankan  operasional dilapangan ? Pada umumnya plan yg baik bisa dilihat dari kondisi dilapangan sekitar mesin. Apakah semua berjalan cukup baik dan sempurna? bisa kita lihat dari kebersihan mesin, penataan waste material dan hasil produksi…juga adanya bagian kebersihan dan staff maintenance yg bekerja secara effektif.

Pabrik dengan kondisi berantakan biasanya banyak kita temui di home industri, tapi semua itu juga tergantung siapa yg memanage dipabrik tersebut. Kalau manager cara hidupnya bersih dan rapi saya yakin dia tidak akan betah melihat kondisi pabrik berantakan. Coba saja lihat negara yg sudah maju industrinya…dimana kebersihan sudah mendarah daging, sekecil apapun pabrik mereka akan tetap tertata rapi dan bersih. Dan saya yakin ini berefek pada perawatan mesin yg pasti lebih baik,sehingga kondisi mesin akan terjaga. Automatis effesiensi mesin dan produksi akan selalu tinggi.

Employ atau tenaga skill dituntut tidak hanya pinter  dalam mengatasi masalah pabrik dan mesin, mental juga harus baik agar punya selera yg bagus dalam memanage pabrik/menata pabrik. Kalau kita punya selera kebersihan dan kerapian…tidak sulit membedakan mana pabrik yg bagus dan mana pabrik jorok. 

Semoga ini bisa menjadi  sentilan, semua berawal dari kebersihan dan kerapian untuk mencapai effesiensi yg bagus..menurunkan cost spare part, mengurangi down time mesin yg tinggi.

“Blog”….apakah itu?

Posted in Admn on January 30, 2009 by jasir

Buat anda yg sudah paham ya gak perlu komentar, tapi tahu kah bahwa tak semua yg setiap hari didepan komputer mengerti apa itu “Blog”. Bagaimana membuatnya..apa saja kemampuan/pengetahuan yg harus dimiliki. Seperti hal nya saya.. awalnya ya katrok juga mendengar istilah blog. Komputer biasanya hanya  kita gunakan sesuai kemampuan kita dalam mengexplorer komputer…browsing…mengetik…kirim email…nyimpan/download gambar…tak lebih dari itu.

Membayangkan istilah “blog” atau “pembuatan situs” sudah membuat gak berminat…yg dibayangkan kita harus menguasai program2 pembuat situs yg cukup rumit yg bisa membuat otak kriting. Gak ada waktu deh buat gituan….mungkin ada yg berfikir begitu.

Tapi sebenarnya tidak serumit itu…para ahli pembuatan situs.blog sudah membuat semuanya lebih mudah. hanya diperlukan sedikit minat , rasa ingin tahu… kreatifitas dan gak punya malu untuk bertanya…hilangkan gengsi (biasanya ada yg tidak mau dibilang gatek..jadi lebih baik “tidak perlu tahu” dari pada bertanya). Padahal kalau kita sudah sedikit tahu tentang blog dan melihat komunitas blogger…maka kita baru sadar begitu katroknya kita yg baru terbilang newbie itu.

Kreatifitas para blogger hampir tak terbatas,tampilan thema atau widget mereka bisa bermacam-macam…disesuaikan dengan expresi dan kepribadian…tak beda dengan thema pada HP…mungkin menurut mereka blog gue harus gue banget…..

So,kapan anda maju selangkah……tidak hanya ngetik, tapi punya journal atau agenda pribadi di dunia maya? “Facebook” adalah salah satu social community yg saat ini lagi ngetrend….saya sarankan anda memulai dari sana untuk berinteraksi dengan teman2 lokal maupun dunia….bukannya internet sudah murah….modem 3G dengan kapasitas unlimited dan harga bisa dijangkau gampang diperoleh…jadi anda bisa always connected ,anytime ,anywhere hanya dengan 300ribuan perbulan. Anyway selamat memasuki dunia blog.

Membangun pabrik sampai operasional..

Posted in Friends with tags on January 29, 2009 by jasir

Darma Gunawan Maaf, saya harus menyimpang dari ketentuan yg saya buat diawal blog ini, yg seharusnya hanya membahas teman2 yg berkecimpung dilapangan yg tidak lepas dari mesin,produksi dan sekitarnya.Ternyata kali ini seorang dari level atas menjadi sorotan, Buat saya bos satu ini levelnya kelewat tinggi untuk saya review disini. Khawatir gak mampu menjabarkan secara baik dan profesional…semoga saja para pembaca bisa maklum. (saya masih amatir…loh).

Tapi terus terang kepiawaian bos satu ini membuat tangan saya gatal untuk mengulas betapa komplitnya kemampuan yg dimiliki. Saya menyaksikan sendiri bagaimana suatu project ditanganinya, dari lahan yg belum ada apa2nya… sampai rangka baja berdiri.. hingga bangunan jadi ,hingga  finishing . Selanjutnya menempatkan mesin diatas pondasi dan menyiapkan semua installasi utility dan akhirnya pabrik bisa operasional produksi. Semua dilakukam tahap demi tahap secara cermat. Jadi sepanjang karier diplastik, buat saya ini pengalaman yg menarik ..mengenal sosok yg mampu mempersiapkan suatu pabrik dari nol hingga menghasilkan…dan  semua pekerjaan  dihasilkan dengan kwalitas diatas rata2. Mulai penentuan desain,pemilihan material sampai penentuan pemborong. sampai saat ini pabrik sudah berdiri dengan megahnya. 

Borobudur adalah salah satu maha karya  dari sejak dulu, mungkin sekarang kita bertanya-tanya siapa arsitek dan pemborongnya..? Pasti sulit dijawab..karena waktu itu belum ada komputer dan digital kamera untuk mengabadikan proses pembuatannya. Tapi untuk saat ini kalau anda bertanya pabrik mana yg telah bos ini bangun dan saya review disini….jangan khawatir foto dan datanya saya punya semua….yg saya sebut bos diatas adalah Bpk Darma Gunawan…pernah berkarier di perusahaan Instrumen untuk industry di Jakarta…dan seabrek lagi reputasinya yg tidak saya miliki recordnya…

Tandem…..

Posted in Industry with tags on January 29, 2009 by jasir

tandemfork Ini kejadian langka..walau kita sering unloading mesin , tapi biasanya tidak pernah harus memaksa forklift harus gendongan sperti diatas. Tapi ini bisa terjadi kalau membongkar mesin dari kontainer ukuran 40 feet. Dimana menarik mesin dengan kawat baja panjang juga mengalami kendala. Akhirnya mau tidak mau kita masuk kan forklift kecil kedalam kontainer. Tapi diperlukan driver yg cukup akhli untuk tugas yg satu ini. Kalau tidak resikonya yg digendong (tandem) akan terguling jatuh.